Mengapa Pendinginan Cair Merupakan solusi termal terbaik untuk Server
Dengan munculnya era 5g Internet of Things, permintaan akan komputasi berkinerja tinggi dan kepadatan tinggi semakin meningkat, dan masalah konsumsi energi pusat data menjadi semakin menonjol.

Seperti yang kita ketahui bersama, jika pembuangan panas buruk, suhu tinggi tidak hanya akan mengurangi stabilitas kerja chip, tetapi juga menyebabkan kehilangan panas yang berlebihan karena perbedaan suhu antara lingkungan internal dan eksternal modul.
Tekanan termal mempengaruhi kinerja listrik, frekuensi kerja, kekuatan mekanik dan keandalan chip. Tingkat kegagalan komponen elektronik meningkat secara eksponensial seiring dengan meningkatnya suhu kerja. Untuk setiap kenaikan 10 derajat suhu elemen semikonduktor tunggal, keandalan sistem akan berkurang sebesar 50%.

Menanggapi "power wall" data besar dan komputasi ultra-densitas, penggunaan cairan pendingin sebagai pengganti udara untuk mendinginkan peralatan komputer merupakan revolusi teknologi di pusat data masa depan. Menurut data penelitian, pada tahun 2023, pasar pusat data pendingin cair global akan mencapai US$4,55 miliar, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 27,7%.

Dibandingkan dengan teknologi pendingin udara tradisional, teknologi pendingin cair memiliki keunggulan nyata sebagai berikut:
1. Kalor yang diserap oleh zat cair dengan volume yang sama hampir 3000 kali lipat kalor yang diserap oleh volume udara yang sama.
2. Konduktivitas termal zat cair 25 kali lipat dari udara.
3. Kualitas kebisingan yang lebih baik: pada tingkat pembuangan panas yang sama, tingkat kebisingan pendingin cair 20-35 dB lebih rendah dibandingkan pendingin udara.
4. Konsumsi daya dan penghematan energi: sistem pendingin cair menghemat sekitar 30% - 50% daya dibandingkan sistem pendingin udara.






